Saturday, February 11, 2017

Tips Usaha Pembesaran Ikan Nila yang Mudah di Lakukan

        Cara usaha pembesaran ikan nila dapat dilakukan pada  kolam. Pembesaran ikan nila sebenarnya tidak terlalu sulit karena ikan nila bisa hidup di kondisi lingkungan dengan toleransi yang tinggi terhadap kualitas air. Ikan nila ini tergolong masih memiliki kekerabatan dengan ikan mujair ini dapat dilihat dari kedua ikan ini memiliki sifat yang hampir sama. Budidaya ikan nila sering ditempatkan di air tawar seperti ditempat danau, sungai dan kolam. 
        
        Seperti yang diketahui ikan nila tergolong ikan omnivora yaitu pemakan segalanya. Ikan nila mempunyai makanan alami seperti plankton, tumbuhan air dan hewan air lainnya. untuk pakan buatan ikan nila tidak memerlukan kadar protein yang tinggi yaitu sekitar 25 - 35% sehigga pakan yang didapat cukup murah. berikut adalah Cara pembesaran ikan nila:


pembesaran ikan nila


Tahapan Usaha Pembesaran/Budidaya Ikan Nila

Pemilihan benih ikan nila

        Dalam usaha pembesaran ikan nila pemilihan benih sangat penting dan harus diperhatikan karena pemilihan benih ikan nila dapat mempengaruhi hasil yang didapat. Untuk benih ikan nila disaran kan untuk memekai jenis kelamin jantan karena ikan nila jenis kelamin jantan pertumbuhan nya lebih cepat kira - kira 40% dibanding dengan ikan nila betina.
        
       Agar bisa mendapat kan hasil yang maksimal dalam usaha budidaya ikan nila disarankan memakai jenis kelamin yang monosex atau berjenis satu kelamin. Dikarenakan bila ikan nila di satukan dikawatirkan ikan nila yang memiliki sifat yang mudah kawin, ikan akan menggunakan energinya untuk memijah sehingga mempengaruhi dalam proses pertumbuhan bobot ikan. Bagi para usaha pembesaran ikan nila tidak perlu khawatir karena penyedia benih yang monosex sudah mengalami peningkatan atau semakin banyak yang menyediakan.


Persiapan kolam ikan nila


        Ikan nila bisa di budidayakan diberbagai jenis kolam seperti kolam terpal, kolam semen, kolam tanah, tambak air payau sampai ada yang menggunakan KJA (keramba jaring apung). Setiap jenis kolam yang sudah disebutkan tersebut masing - masing memiliki kelebihan sendiri - sendir, dari semua itu yang sering digunakan adalah menggunakan kolam tanah karena selain pembuatan yang cukup gampang juga dalam hal harga juga murah.

      Kolam tanah juga sering digunakan karena kolam tanah bisa sebagai tempat tumbuhnya hewan dan tumbuhan yang berguna untuk makanan alami untuk ikan nila agar dapat mengirit biaya pengeluaran karena pemberian pakan bisa sedikit dikurangi. pembuatan kolam tanah harus melalui beberapa tahapan seperti berikut :
  • Pertama tahapan pengeringan, dalam hal pengerinyan dibutuhan waktu sekitar 2-7 hari tergantung dengan cuaca yang dialami. Ciri - ciri tanah yang sudah selesei dijemur adalah sebaiknya tanah jangan sampai terlalu keras dan bila di injak - injak masih tampak jejak kaki. Selanjutnya kolam dicangkul untuk membalikkan tanah dan juga jangan lupa untuk membersihkan kotoran yang ada dikolam seperti plastik, krikil dan lumpur hitam yang membusuk yang dapat merugikan perairan. Tahap pengeringan ini berguna untu mengurangi hama dan penyakit yang merugikan bagi usaha budidaya ikan nila.
  • Tahap selanjutnya adalah pengapuran, pada tahap ini terlebih dahulu pH tanah sebaiknya diukur terlebih dahulu karena dalam pemberian kapur harus disesueikan dengan kadar pH yang ada, untuk tinggi pH 5-6 diperlukan sebanyak 500-1500 kg/ha dan untuk tinggi pH tanah 4-5 dibutuhkan 1-3 ton kg/ha. Ikan nila sendiri memerlukan pH perairan mencapai 7-8. Pemberian kapur usahaka kapur menyerap ketanah dengan cara tanah di aduk, selanjutnya diamkan tanah sekitar 2-3 hari. Pengapuran ini selain berguna untuk menetralkan pH ini juga dapat digunakan untuk membunuh hama dan penyakit yang merugikan bagi usaha pembesaran ikan nila.   
  • Selanjutnya adalah tahap pemupukan pemupukan ini digunakan untuk mengembalikan tanah agar subur kembali, untuk jenis pupuk yang digunakan memakai pupuk organik/pupuk kandang dan bila perlu tambah kan pupuk kimia misal pupuk urea dengan dosis 50-70 kg/ha dan pupuk TSP 25-30 kg/ha. Dosis pupuk organik itu sendiri mencapai 1-2 ton/ha. Jangan lupa pada waktu pemupukan sebaiknya dilakukan secara merata dan diamkan selama 1-2 minggu. Pemberian pupuk selain berguna untuk penyuburan tanaman pemberian pupuk juga berguna untuk menumbuhkan tumbuhan dan hewan seperti plankton yang berguna untuk makanan alami ini bersifat mengutungkan untuk usaha budidaya ikan nila.
  • Tahap terakhir untuk persiapan kolam adalah pengisian air. Pengisian air ini sebaiknya dilakukan secara bertahap yang pertama masuk kan air sekitar 10-20 cm dan diamkan air selama 3-5 hari. pendiaman air selama 3-5 hari bertujuan agar hewan yang menguntungkan dapat tumbuh diperairan. Terakhir isi kan air sekiranya 60-80 cm kemudian isi kan benih ikan nila. Tahap pengisian air terdapat perlakuan di diamkan air selama 3-5 hari ini bertujuan untuk menumbuhkan makanan alami diperairan yang berguna untuk usaha budidaya ikan nila.       

Penebaran benih ikan nila pada kolam 

        Setelah ketinggian air kolam mencapai 60-80 benih sudah bisa dimasukkan. Benih dimasukkan dengan cara perlahan lahan, pertama siapkan wadah seperti ember kemudian masukkan ikan kedalam wadah tersebut kemudian masukkan wadah yang sudah terisikan oleh ikan kedalam kolam dan diamkan selama 5-15 menit kemudian tuangkan wadah kedalam perairan dengan dimiringkan dan biarkan ikan keluar dengan sendirinya. Tahapan tadi disebut dengan aklimitasi, ini berguna untuk ikan dapat menyesuekan suhu didalam kolam agar dapat mencegah kematian yang berdampak buruk bagi usaha pembesaran ikan nila.

Proses memelihara ikan nila 

        Tahap memelihara ikan ini adalah inti dari usaha pembesaran ikan nila, karena pada tahapan ini kita harus mengecek kualitas air dan juga mengatur pola makan ikan sehingga pada tahapan ini sangat mempangaruhi untuk usaha ikan nila. Tahapan pemeliharaan ikan adalah sebagai berikut :  
  • Pertama - tama pengolahan kualitas air, di tahapan pengolahan kualitas air nya yang sering diperhatikan adalah kadar amonia nya dan pH. Kadar amonia dapat ditandai dengan bau yang menyengat pada kolam, bila terjadi bau yang menyengat diharapkan harus menguras kolam sekiranya 1/3 dan ganti dengan air baru. Sedangkan kadar pH dapat dilihat melalui pH peper dengan cara dicelupkan kedalam kolam selama sati menit dan kemudian cocokkan dengan kotak pH. Pengecek kan kualitas air sangat penting karena ini dapat mempengaruhi pertumbuhan bagi ikan nila dan berpengaruh pada hasil dalam usaha budidaya ikan nila.
  • Pemberian pakan ikan ini sengatlah penting karena pada tahapan ini paling banyak pengeluaran di usaha ikan nila sehingga harus diatur dengan baik agar tidak terlalu banyak pengeluaran. pemberian pakan dilakukan dua kali sehari disaran kan pada pagi dan sore hari. Pemberian pakan dihitung melalui berat badan ikan, untuk ikan nila pakan diberikan 3% dari berat tubuh ikan, dengan kadar protein kira - kira 20-35%. Cara perhitungan adalah semisal satu kolam berisi 1000 ekor dengan berukuran 10-20 gram/ekor. Pertama - tama hitung rata - rata berat ikan dengan cara 10+20/2 = 15 gram/ekor. Kemudian hitung pakan 3% dari berat tubuh ikan nila dengan cara 15 x 1000 x 3% = 450 gram = 4,50 kg/hari. Pemberian pakan kalau bisa dicek setiap dua minggu sekali, hal ini sangat penting untuk usaha budidaya ikan nila.
  • Pengendalian hama dan penyakit ini juga sangat penting. Pengendalian penyakit bisa dicegah dengan cara menjaga kualitas air sehingga ikan akan sehat dan tidak muadah sakit karena penyakit ikan dapat menyerang pada saat ikan kurang sehat. Sedangkan pengendalian hama dilakuakan dengan biosecurity yaitu dengan panambahan pagar pada kolam yang mencegah hama seperti kodok dan ular, dan dengan penambahan tali pada atas kolam yang mencegah hama seperti burung. Pengendaian penyakit ini sangat pernting karena dapat menimbulkan kematian masal pada ikan sehingga harus diperhatikan untuk usaha pembesaran ikan nila. 

Tahap pemanenan ikan nila

        Tahap pemanenan ikan nila biasanya dari penebaran benih ikan dilakukan dalam jangka waktu sekitar 4 - 6 bulan, atau ikan sudah mencapai berat tubuh 300-500 gram/ekor. Karena untuk pasar dosmetik memerlukan ikan nila konsumsi berukuran 300 - 500 gram/ekor. Tahapan ini adalah tahapan terakhir dari usaha pembesaran ikan nila.

        Berikut adalah serangkaian informasi yang saya berikan kalau ada kurang lebihnya mohon dikoreksi sehingga kita sama - sama belajar untuk saling mengkoreksi. Berikut adalah cara usaha pembesaran ikan nila semoga bermanfaat.

Baca juga usaha pembesaran ikan gurame
                  pembesaran ikan bawal






Related Posts

Tips Usaha Pembesaran Ikan Nila yang Mudah di Lakukan
4/ 5
Oleh

3 comments

July 7, 2017 at 8:34 PM delete

ASSALAMUALAIKUM SAYA ATAS NAMA PAK EKO ASAL MAJALENGKA KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI , PESUGIHAN YANG AKI BERIKAN ALHAMDULILLAH BERHASIL (1,5) MILIAR SAYA DAPAT, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNASI DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB KI_SHOLEH_PATI_085_244_669_169_SUPAYA LEBIH JELAS SILAHKAN KLIK-> PESUGIHAN UANG GAIB terima kasih.

Reply
avatar
August 4, 2017 at 6:13 PM delete

http://juraganumpan.blogspot.co.id/2017/06/terbukti-umpan-ikan-mas-campuran-master.html

Reply
avatar