Wednesday, February 8, 2017

Dunaliella salina

Morfologi dan Klasifikasi Dunaliella salina

    Menurut Bougis (1979) dalam Yudha 2008  Klasifikasi Dunaliella, sebagai berikut:
Phylum : Chlorophyta
Kelas : Chlorophyceae
Ordo : Volvocales
Famili : Polyblepharidaceae 
Genus : Dunaliella     


(Tran et al, 2013)


       Menurut Yudha (2008), Secara morfologi, Dunaliella sp. merupakan mikroalga yang bersifat uniseluler, mempunyai sepasang flagella yang sama panjangnya, sebuah kloroplast berbentuk cangkir, dan tidak memiliki dinding sel. Dunaliella sering juga disebut sebagai flagellata uniseluler hijau (green unicellulair flagellata). Bentuk selnya juga tidak stabil dan beragam, dapat berbentuk lonjong, bulat silindris, ellip, dan lain-lain. 



Habitat dan Pertumbuhan

       Menurut Kusumaningrum (2008), produksi pigmen total Dunaliella sp. semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya usia sel sampai menuju kematian, sehingga karotenoid merupakan metabolit sekunder yang dihasilkan setelah produksi klorofil dan pertumbuhan menurun sampai menuju fase kematian. Sehingga menurut Pisal dan Lele (2005) dan Mendoza et al. (2008), cara D. salina meningkatkan  sintesis beta karoten dalam kondisi fisiologis yang kurang seimbang dalam sel dan mempertahankan pertumbuhan serta adaptasi terhadap lingkungan adalah dengan meningkatkan produksi beta karoten untuk menangkal radikal bebas yang berbahaya dan racun lainnya yang masuk ke dalam tubuhnya. Hal ini menyebabkan Dunaliella lebih mampu bertahan terhadap kondisi lingkungan ekstrim dibandingkan dengan mikroalga lainnya.

        Menurut Andersen (2005), Dunaliella salina dapat hidup diperairan hypersaline dengan salinitas tinggi. Kadar garam yang tinggi diperoleh dari evaporasi air laut. Salinitas optimum untuk petumbuhan adalah 22 mg/l sedangkan untuk proses pembentukan karoten adalah 35 mg/l. pH optimum perairan adalah 9 dan suhu optimum perairan adalah 30-40°C.  
Daur Hidup
       Menurut Jesus dan Filho (2010) dalam Kusumaningrum dan Zainuri (2013), menyatakan bahwa daur hidup D.salina dihasilkan dalam kondisi cekaman dimana pembelahan sel terhambat. Kondisi cekaman tersebut diduga akibat terbentuknya sel fusan itu sendiri yang menyebabkan pembelahan sel secara normal terganggu. D. salina merupakan mikroalga yang mampu hidup pada kisaran salinitas yang tinggi dimana terhadap lingkungan. Caranya adalah dengan meningkatkan produksi beta karoten untuk menangkal radikal bebas yang berbahaya dan racun lainnya yang masuk ke dalam tubuhnya. Hal ini menyebabkan Dunaliella lebih mampu bertahan terhadap kondisi lingkungan ekstrim dibandingkan dengan mikroalga lainnya. 

      Menurut Kordi (2011), dunaliela sering disebut flagellate uniseluler hijau (green unicelulair flagellate). Dunaliela mempunyai sepasang flagella dan sebuah kloropast berbentuk cangkir. Dunaliella salina bersifat halopilik (mempunyai lingkaran bersalinitas tinggi), mempunyai central pyrenoida. Pada kondisi terntentu plankton ini berkembang pada tahap palmella dan terbungkus dalam sebuah lapisan lendir tipis atau dapat membentuk sebuah aplanosphora dengan sebuah dinding kasar yang tipis.    
 
      

Related Posts

Dunaliella salina
4/ 5
Oleh

1 comments:

July 7, 2017 at 8:28 PM delete

ASSALAMUALAIKUM SAYA ATAS NAMA PAK EKO ASAL MAJALENGKA KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI , PESUGIHAN YANG AKI BERIKAN ALHAMDULILLAH BERHASIL (1,5) MILIAR SAYA DAPAT, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNASI DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB KI_SHOLEH_PATI_085_244_669_169_SUPAYA LEBIH JELAS SILAHKAN KLIK-> PESUGIHAN UANG GAIB terima kasih.

Reply
avatar