Monday, February 6, 2017

Chlorella

Klasifikasi Chlorella Sp.
      Menurut Kumar dan Singh (1976) dalam Yani dan Yosar (2009),  Chlorella sp. termasuk divisi Chlorophyta. Klasifikasinya adalah:
Divisio         : Chlorophyta
Kelas            : Chlorophyceae
Ordo            : Chlorococcales
Sub-ordo     : Autosporinaceae
Familia        : Chlorellaceae
Genus          : Chlorella

Spesies        : Chlorella sp.


Chlorella sp. (Prabowo, 2009)


         Menurut Boyd (1980) dalam Prabowo (2009), bentuk umum sel-sel Chlorella sp. adalah bulat atau ellips (bulat telur), termasuk microalgae bersel tunggal (unicellular) yang soliter, namun juga dapat dijumpai hidup dalam koloni atau bergerombol. Diameter sel umumnya berkisar antara 2-12 mikron., warna hijau karena pigmen yang mendominasi adalah klorofil. Chlorella merupakan organisme eukariotik (memiliki inti sel) dengan dinding sel yang terdiri atas selulosadan pectin, sedangkan protoplasmanya berbentuk cawan.

Habitat dan Pertumbuhan
        
        Menurut Dianursanti (2012), Chlorella disebut juga mikro alga yang habitatnya dominan di wilayah perairan darat Indonesia. Mikro alga tersebut salah satu domestik alam tropis yang tahan terhadap mikroba pathogen. Hidupnya secara berkoloni dan dalam jumlah yang besar. Lingkungan tempat hidupnya dapat ditemukan di mana-mana, khususnya pada tempat yang lembab dan berair. Sering juga ada beberapa jenis yang bersimbiosis dengan jamur membentuk lumut kerak (Lichenes) atau hidup di antara jaringan Hydra.
        
        Menurut Lapu (1994) dalam Amini dan Syamdidi (2006), Mikroalga sangat membutuhkan cahaya untuk dia dapat tumbuh. Ph optimum untuk pertumbuhan Chlorella.sp, yaitu antara 8,0 – 11,0. Demikian juga dengan suhu optimum dimana untuk pertumbuhan Chlorella .sp dengan baik, yaitu 26 0C dan intensitas cahaya yang diperlukan adalah 2000 lux. Kandungan Nitrat yang baik untuk mendukung pertumbuhan Chlorella .sp adalah 0,9 – 3,5 ppm. Kadar di bawah 0,1 ppm atau di atas 45 ppm sebagai faktor pembatas kesuburan dari pada nitrat tersebut. Fosfat sebagai batasan kesuburan perairan tidak lebih dari 40 ppm. Zat yang bersifat toksik bagi perairan maupun bagi mikroorganisme yang hidup di perairan adalah nitrit, maka batas konsentrasi nitrit untuk mendukung pertumbuhan Chlorella .sp adalah 2 ppm. Demikian juga dengan kadar amoniak tidak boleh melebihi batas maksimum adalah 1 ppm.







Related Posts

Chlorella
4/ 5
Oleh