Wednesday, June 14, 2017

Cara Budidaya Pembenihan Ikan Lele yang Sangat Cocok Untuk Pembudidaya Pemula

            Cara Budidaya Pembenihan Ikan LeleIkan lele adalah ikan yang paling mudah untuk di budidayakan atau di pelihara, di indonesia sendiri para pembudidaya ikan lele semakin banyak. Usaha budidaya ikan lele bisa dibagi menjadi dua yaitu pembesaran dan pembenihan ikan lele. Namun yang sering kita jumpai adalah usaha ikan lele pembesaran sehingga masih jarang yang melakukan usaha pembenihan ikan lele. Jarang nya para petani untuk melakukan usaha pembenihan ikan lele karena pembenihan ikan lele perlu adanya ketekunan dan keterampilan tersendiri, sehingga perlu adanya cara tersendiri untuk proses pembenihan. Berikut adalah artikel tentang cara pembenihan ikan lele secara alami yang mudah untuk dilakukan : 
budidaya ikan lele

Cara Pembenihan Ikan Lele

Pembuatan dan Persiapan Kolam Pembenihan Ikan Lele

            Sebelum kita memulai pemijahan kita terlebih dahulu harus mempersiapkan kolam. Persiapan kolam ini sangatlah penting, karena kolam berguna sebagai tempat pemijahan dan harus nyaman untuk memijah agar telur tidak banyak yang mati. Kolam pemijahan usahakan berbentuk persegi pantang dengan ukuran minimal panjang 2 – 3 meter sedangkan lebar 1 – 2 meter dengan kedalaman 1 meter. Kolam di usahakan terbuat dari fiber atau beton agar dinding kolam kuat dan mudah untuk mengawasi hasil telur yang telah dibuahi.
Setelah kolam siap dan sudah bisa digunakan sebelum di isi air terlebih dahulu keringkan atau dijemur, setelah selesai di jemur masukkan air sekitar 40 – 60 cm usahakan air yang bersih. Setelah air di isi kemudian masukkan sarang untuk melekatnya telur agar tidak berhamburan serta bisa dipindah tempatkan, sarang atau kakaban bisa menggunkan ijuk yang dikasih pemberat agar dapat tenggelam. Kakaban atau sarang usahakan dibuat sekokoh mungkin sehingga bila terkena gerakan ikan/induk lele tidak goyah. Kolam pemijahan memerlukan oksigen terlarut yang cukup tinggi sehingga perlu adanya penambahan air yang mengalir atau dengan aerator.

Pemilihan Induk Ikan Lele

            Pemilihan induk ikan lele sebaiknya dilakukan mulai ukuran 5 – 10 cm serta dipisah kan antara jantan dan betina, kemudian diberikan makanan yang cukup proteinnya agar ikan dapat matang gonad. Pemeliharaan induk usahakan dalam ukuran yang seragam agar induk lele tidak kanibal ini bisa diseleksi setiap 2 minggu sekali. Pemilihan induk yang berkualitas bisa dilihat dari pertumbuhannya yang cepat, memiliki tubuh yang ideal, tidak cacat dan bisa berenang lincah.
            Setelah indukan siap atau sekitar umur, untuk ikan lele jantan lebih dari 10 bulan sedang kan ikan betina 1 tahun dengan berat minimal 1 kg. Setelah ikan sudah mencapai kriteria tersebut kemudian cek indukan ikan dan pilih ikan yang terlihat bugar, memiliki tubuh yang prfesonal dan bebas dari penyakit. Setelah terpilih usahakan pisah kan dari indukan lainnya dan kasih perawatan yang intensif serta jangan lupa jangan satukan induk jantan dan betina agar tidak terjadi pembuahan dini. Berikut cara membedakan induk jantan dan betina :
Induk ikan lele jantan
            Induk ikan lele jantan yang matang gonad memiliki ciri – ciri : bentuk yang ramping, lubang urogenitalnya merah, warna tubuh coklat kemerahan, berenang lincah dan pada lubang urogenital / alat kelamin jantan agak memanjang.
Induk ikan lele betina
            Induk ikan lele betina yang matang gonad memiliki ciri – ciri : pada perut terlihat menggelembung dan lembek, gerakan lambat, warna kelamin merah dan tidak memanjang seperti jantan serta bila perut diurut akan mengeluarkan cairan kuning seperti telur ikan.

Proses Pemijahan Ikan Lele

            Setelah kolam siap dan telah di isi air serta kakaban / sarang indukan yang sudah matang gonad dan telah memenuhi kriteria bisa dimasukkan kedalam kolam dengan perbandingan betina 1 dan induk jantan 1. Induk bisa ditebar pada sore hari dan induk akan melakukan pemijahan pada malam hari sampai subuh dini hari. Setelah induk ditebar besoknya langsung dicek bila telur sudah ada, induk bisa langsung dipindahkan agar tidak memakan telurnya. Telur ikan lele berciri – ciri memiliki warna transparan yang masih sehat dan warna putih pucat yang sudah mati dan harus segera dibuang.

Perawatan Larva Ikan Lele

            Setelah induk ikan lele di pisahkan telur ikan lele biasanya akan menetas pada jangka waktu 22 – 24 jam atau satu hari. Pakan diberikan ke larva ikan lele setelah umur 2-3 hari karena ikan lele pada usia tersebut masih memiliki kuning telur. Setelah larva ikan lele berumur 2 – 3 hari bisa diberikan makanan tambahan berupa makanan kecil seperti plankton dapnia sp dan kutu air. Bila tidak ada bisa diberikan kuning telur yang direbus namun juga jangan terlalu banyak dan terlalu sering pemberian kuning telurnya karena mempengaruhi kualitas airnya. Berikutnya bisa diberikan makanan cacing sutra ini bisa diberikan bila bukaan mulut larva ikan lele sudah sesuai dengan besar cacing sutranya. Larva ikan lele sudah bisa dipindahkan ke kolam pendederan pada umur 2 – 3 minggu. Berikut cara pendederan ikan lele



Berikut adalah artikel tentang cara budidaya pembenihan ikan lele yang sangat cocok untuk pemula. Semoga artikel ini dapat di jadikan referensi untuk petani ikan lele pemula maupun yang sudah lama melakukan nya. Untuk kurang lebihnya sanya mohon maaf dan terima kasih telah membacanya. Semoga bermanfaat.    

Related Posts

Cara Budidaya Pembenihan Ikan Lele yang Sangat Cocok Untuk Pembudidaya Pemula
4/ 5
Oleh