Kamis, 15 Juni 2017

Bagaimana Cara Pendederan Ikan Lele yang Mudah Untuk Dipraktekkan Oleh Para Pemula

            Bagaimana Cara Pendederan Ikan LelePendederan adalah proses setelah proses pembenihan. Pendederan ini sangat penting karena dalam proses ini ikan akan mulai membiasakan diri dengan makanan dan lingkungan hidupnya. Pendederan ini juga bermanfaat untuk kita bisa menentukan grade atau kualitas setiap benih ikan lele tersebut, untuk grade biasanya di bagi menjadi 3 yaitu grade A, B dan C. Pemilihan grade ini bisa dilihat dari cepat tidaknya pertumbuhan benih tersebut semakin,  cepat berarti ikan tersebut masuk kedalam gread A. Pendederan itu sendiri memerlukan cara khusus agar benih ikan lele tidak mati berikut cara pendederan ikan lele :

pendederan ikan lele

Cara Pendederan Ikan Lele

Persiapan Kolam Pendederan Ikan Lele

            Kolam pendederan ini tidak memerlukan ukaran tertentu namun disarankan tidak terlalu besar karena agar kita mudah mengontrolnya. Misalnya menggunakan ukuran 2 x 3 – 3 x 4 dengan kedalaman 0,75 – 1 meter. Kolam pendederan bisa menggunakan terpal, beton bisa juga viber. setelah kolam siap maka kolam terlebih dahulu dikeringkan agar kolam terbebas dari penyakit yang menempel pada kolam. Setelah pengeringan selesei isikan, untuk yang pertam isi dengan kedalaman 30 – 40 cm terlebih dahulu, ini bertujuan agar ikan dapat mengambil oksigen dengan mudah. Alangkah lebih bagusnya air dalam kolam mengalir walaupun sedikit, serta  pada outlet (lubang pengeluaran) diberi jaring yang kecil agar ikan tidak keluar melalui outlet.

Penebaran Larva Ikan Lele

            Penebaran larva ikan lele harus dilakukan secara berhati – hati karena ikan lele yang masih kecil sangat rentang terhadap perubahan suhu yang sangat mendadak. Penebaran larva ikan lele ke kolam pendederan bisa dilakukan dengan cara siapkan ember dan isi air dari kolam pendederan, setelah itu taruh ember pada kolam pendederan setelah itu ambil larva ikan lele dengan jaring yang tipis kemudian masukkan kedalam ember yang terletak di kolam pendederan kemudian diamkan selama 10 – 30 menit, setelah itu miringkan ember tersebut dan biarkan ikan lele keluar dengan sendirinya. Penebaran larva ikan lele ke kolam pendederan memiliki kepadatan sekitar 400 – 600 ekor/m2 dengan kira – kira ukuran benih 1 – 3 cm.

Pemberian Pakan Benih Ikan Lele

            Pemberian pakan benih ikan lele ini dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan bukaan mulut ikan tersebut. Pertama benih ukuran 1 – 2 cm biasanya diberikan makanan tepung pelet yang lembut yang memiliki protein tinggi sekitar 35 – 40, karena benih ikan yang masih kecil sangat memerlukan protein yang sangat tinggi buat pertumbuhan agar cepat. Setelah mencapai ukuran 3 – 6 ini bisa diberikan makanan pelet yang bulat tapi masih di sesuaikan dengan bukaan mulut ikan lele tersebut.
            Pemberian pakan ini diberikan 3 – 5 kali dalam sehari. Pemberian pakan bisa diberikan pada waktu pagi, siang, sore dan malam, pada waktu malam hari usahakan pakan diberikan agak banyak, karena ikan lele termasuk ikan yang nokturnal atau akatif dimalam hari. Pemberian pakan ini juga harus diperhatikan karena sisa pakan yang tidak dimakan akan menjadi amoniak yang dapat menjadi racun untuk proses pendederan ikan lele.

Pemanenan Benih Ikan Lele

            Pemanenan ini dilakukan sekitar benih berumur 8 – 10 minggu atau sekitar ukuran 5 – 7 cm. Pemanenan ini usahakan dilakukan secara hati – hati karena benih ikan yang masih kecil masih gampang terkena lukan dan tubuhnya masih lemah. Ukuran benih ikan lele ini bisa langsung di jual atau bisa dilanjutkan ke proses pembesaran ikan lele. Berikut cara pembesaran ikan lele  

Baca juga : Cara pembenihan ikan lele            

            Berikut adalah artikel tentang bagaimana cara pendederan ikan lele yang mudah untuk dipraktekkan oleh para pemula. Semoga artikel ini dapat di jadikan referensi untuk petani ikan lele pemula maupun yang sudah lama melakukan nya. Untuk kurang lebihnya sanya mohon maaf dan terima kasih telah membacanya. Semoga bermanfaat.            

Rabu, 14 Juni 2017

Cara Budidaya Pembenihan Ikan Lele yang Sangat Cocok Untuk Pembudidaya Pemula

            Cara Budidaya Pembenihan Ikan LeleIkan lele adalah ikan yang paling mudah untuk di budidayakan atau di pelihara, di indonesia sendiri para pembudidaya ikan lele semakin banyak. Usaha budidaya ikan lele bisa dibagi menjadi dua yaitu pembesaran dan pembenihan ikan lele. Namun yang sering kita jumpai adalah usaha ikan lele pembesaran sehingga masih jarang yang melakukan usaha pembenihan ikan lele. Jarang nya para petani untuk melakukan usaha pembenihan ikan lele karena pembenihan ikan lele perlu adanya ketekunan dan keterampilan tersendiri, sehingga perlu adanya cara tersendiri untuk proses pembenihan. Berikut adalah artikel tentang cara pembenihan ikan lele secara alami yang mudah untuk dilakukan : 
budidaya ikan lele

Cara Pembenihan Ikan Lele

Pembuatan dan Persiapan Kolam Pembenihan Ikan Lele

            Sebelum kita memulai pemijahan kita terlebih dahulu harus mempersiapkan kolam. Persiapan kolam ini sangatlah penting, karena kolam berguna sebagai tempat pemijahan dan harus nyaman untuk memijah agar telur tidak banyak yang mati. Kolam pemijahan usahakan berbentuk persegi pantang dengan ukuran minimal panjang 2 – 3 meter sedangkan lebar 1 – 2 meter dengan kedalaman 1 meter. Kolam di usahakan terbuat dari fiber atau beton agar dinding kolam kuat dan mudah untuk mengawasi hasil telur yang telah dibuahi.
Setelah kolam siap dan sudah bisa digunakan sebelum di isi air terlebih dahulu keringkan atau dijemur, setelah selesai di jemur masukkan air sekitar 40 – 60 cm usahakan air yang bersih. Setelah air di isi kemudian masukkan sarang untuk melekatnya telur agar tidak berhamburan serta bisa dipindah tempatkan, sarang atau kakaban bisa menggunkan ijuk yang dikasih pemberat agar dapat tenggelam. Kakaban atau sarang usahakan dibuat sekokoh mungkin sehingga bila terkena gerakan ikan/induk lele tidak goyah. Kolam pemijahan memerlukan oksigen terlarut yang cukup tinggi sehingga perlu adanya penambahan air yang mengalir atau dengan aerator.

Pemilihan Induk Ikan Lele

            Pemilihan induk ikan lele sebaiknya dilakukan mulai ukuran 5 – 10 cm serta dipisah kan antara jantan dan betina, kemudian diberikan makanan yang cukup proteinnya agar ikan dapat matang gonad. Pemeliharaan induk usahakan dalam ukuran yang seragam agar induk lele tidak kanibal ini bisa diseleksi setiap 2 minggu sekali. Pemilihan induk yang berkualitas bisa dilihat dari pertumbuhannya yang cepat, memiliki tubuh yang ideal, tidak cacat dan bisa berenang lincah.
            Setelah indukan siap atau sekitar umur, untuk ikan lele jantan lebih dari 10 bulan sedang kan ikan betina 1 tahun dengan berat minimal 1 kg. Setelah ikan sudah mencapai kriteria tersebut kemudian cek indukan ikan dan pilih ikan yang terlihat bugar, memiliki tubuh yang prfesonal dan bebas dari penyakit. Setelah terpilih usahakan pisah kan dari indukan lainnya dan kasih perawatan yang intensif serta jangan lupa jangan satukan induk jantan dan betina agar tidak terjadi pembuahan dini. Berikut cara membedakan induk jantan dan betina :
Induk ikan lele jantan
            Induk ikan lele jantan yang matang gonad memiliki ciri – ciri : bentuk yang ramping, lubang urogenitalnya merah, warna tubuh coklat kemerahan, berenang lincah dan pada lubang urogenital / alat kelamin jantan agak memanjang.
Induk ikan lele betina
            Induk ikan lele betina yang matang gonad memiliki ciri – ciri : pada perut terlihat menggelembung dan lembek, gerakan lambat, warna kelamin merah dan tidak memanjang seperti jantan serta bila perut diurut akan mengeluarkan cairan kuning seperti telur ikan.

Proses Pemijahan Ikan Lele

            Setelah kolam siap dan telah di isi air serta kakaban / sarang indukan yang sudah matang gonad dan telah memenuhi kriteria bisa dimasukkan kedalam kolam dengan perbandingan betina 1 dan induk jantan 1. Induk bisa ditebar pada sore hari dan induk akan melakukan pemijahan pada malam hari sampai subuh dini hari. Setelah induk ditebar besoknya langsung dicek bila telur sudah ada, induk bisa langsung dipindahkan agar tidak memakan telurnya. Telur ikan lele berciri – ciri memiliki warna transparan yang masih sehat dan warna putih pucat yang sudah mati dan harus segera dibuang.

Perawatan Larva Ikan Lele

            Setelah induk ikan lele di pisahkan telur ikan lele biasanya akan menetas pada jangka waktu 22 – 24 jam atau satu hari. Pakan diberikan ke larva ikan lele setelah umur 2-3 hari karena ikan lele pada usia tersebut masih memiliki kuning telur. Setelah larva ikan lele berumur 2 – 3 hari bisa diberikan makanan tambahan berupa makanan kecil seperti plankton dapnia sp dan kutu air. Bila tidak ada bisa diberikan kuning telur yang direbus namun juga jangan terlalu banyak dan terlalu sering pemberian kuning telurnya karena mempengaruhi kualitas airnya. Berikutnya bisa diberikan makanan cacing sutra ini bisa diberikan bila bukaan mulut larva ikan lele sudah sesuai dengan besar cacing sutranya. Larva ikan lele sudah bisa dipindahkan ke kolam pendederan pada umur 2 – 3 minggu. Berikut cara pendederan ikan lele



Berikut adalah artikel tentang cara budidaya pembenihan ikan lele yang sangat cocok untuk pemula. Semoga artikel ini dapat di jadikan referensi untuk petani ikan lele pemula maupun yang sudah lama melakukan nya. Untuk kurang lebihnya sanya mohon maaf dan terima kasih telah membacanya. Semoga bermanfaat.    

Selasa, 13 Juni 2017

Cara Usaha Budidaya Pembenihan Ikan Gurame yang Mudah Diterapkan Untuk Pemula

            Cara Usaha Budidaya Pembenihan Ikan GurameIkan gurame termasuk ikan yang masih sangat favorit dikalangan ikan konsumsi lainnya selain harganya cukup mahal ikan gurame juga sangat enak saat dimakan. Ikan gurame ini masih sangat banyak peminatnya di indonesia. Ikan gurame ini juga masih banyak yang melakukan usaha pembesaran ikan gurame namun untuk pembenihannya tidak sebanyak pembesarannya. Maka dari itu benih ikan gurame masih banyak yang mencarinya sehingga usaha pembenihan ikan gurame sangat menguntungkan, namun untuk pembenihan perlu adanya perlakuan yang sangat khusus dan ketekunan. Berikut cara – cara budidaya ikan gurame:
budidaya ikan gurame

CARA – CARA PEMBENIHAN IKAN GURAME

Prsiapan Kolam Pemijahan Ikan Gurame

            Ikan gurame pada saat pemijahan memerlukan kolam tanah yang cukup luas sekitar 200 – 300 meter persegi. Kolam pemijahan ini memiliki kedalaman minimal 80 cm serta dengan substrat lumpur berpasir. Kolam yang digunakan untuk pembenihan ikan gurame harus diberikan sosog atau sarang sebagai tempat pemijahan. Sosog atau sarang berupa ijuk ataupun serabut kelapa (sepet). Sarang bisa ditempatkan diberbagai sudut kolam, mau di tengah atau dipinggir lebih baik membuat sarang yang banyak agar ikan dapat memilih sarang tersebut.
            Setelah pembuatan kolam selesai kolam dikeringkan terlebih dahulu sekitar 2 – 3 hari agar tidak ada patogen yang ada disarang. Setelah itu air bisa langsung dimasukkan kedalam kolam sampai terisi kira – kira 80 cm.

Pemilihan Induk Ikan Gurame

            Induk ikan gurame yang digunakan unuk pemijahan berumur 2 – 7 tahun, semakin lama umur ikan gurame maka telur yang dihasilkan akan semakain banyak. Usahakan memilih induk yang sehat, tidak ada luka, pertumbuhan cepat dan berat tubuh 1,5 – 2 kg bahkan lebih. Adapun ciri – ciri ikan gurame jantan dan ikan gurame betina:
Ikan Gurame Jantan
            Indukan ikan gurame jantan biasanya memiliki ciri – ciri ada benjolan dikepala, perut bila diurut akan mengeluarkan cairan putih berupa sprema, sirip dada berwarna terang keputihan dan dagu berwarna kuning.
Ikan Gurame Betina
            Ikan gurame betina yang matang gonad pada bagian perut membesar, dagu berwarna putih kecoklatan, sirip dada berwarna gelap dan warna tubuhnya lebih terang dibanding induk jantan.
Pembenihan Ikan Gurame
Pembenihan dilakukan dengan keadaan kualitas air berkisar antara suhu 25 – 30 c dan pH 6,5 – 8,0 serta air diganti setiap hari 10 – 15 %. Pemijahan dilakukan dengan pemindahan induk jantan dan betina kekolam pemijahan. Pemindahan dilakukan dengan menggunakan baskom dan diletakkan di bagian pada bagian pintu masuk air (inlet) karena DO masih tinggi. Perbandingan jumlah indukan gurame berkisar  antara 1untuk induk jantan dan 3 untuk induk betina, setiap indukan ikan gurame diberikan ruangan atau tempat dikolam kira – kira 5 meter persegi. Pemijahan ikan gurame biasanya terjadi antara 1 minggu an.
            Berhasil tidaknya pemijahan ikan gurame dapat dilihat dari kolam yang berbau amis dan di permukaan kolam terdapat minyak, berarti ciri tersebut ikan sudah melakukan pemijahan. Setelah pemijahan selesai ambillah sarang dengan pelan – pelan dengan cara memegang sisi luar bagian bawah sarang.

Penetasan Telur

            Sarang yang sudah diangkat masukkan kedalam ember yang berisi larutan meteline blue. Setelah itu lihat lah telur tersebut bila berwarna transparan atau kuning cerah berarti telur tersebut masih hidup, bila ber warna putih suram maka telur tersebut sudah mati dan harus dibuang. Telur yang masih hidup bisa langsung dipindah kan ke wadah yang tenang dan jangan ada gangguan apapun, telur ini akan menetas sekitar 30 – 36 jam.

Perawatan benih ikan Gurame

            Benih yang sudah mencapai berat 0,5 g/ekor sudah bisa di masukkan kedalam happa atau  wadah pemeliharaan benih ikan gurame. Happa dibuat dengan mengikat kain halus di bambu kemudian bambu di tancapkan didasar kolam, bambu yang dipakai minimal berjumlah empat buah. Penebaran benih dilakukan pada pagi atau sore hari, untuk padat tebar bisa mencapai 75 – 100 ekor/m2. Benih yang dipelihara diberi makan sebanyak 3 kali sehari dengan dosis 10% dari berat tubuhnya  per hari. Setelah 3 – 4 bulan benih sudah bisa dipindah dikolam pendederan.



            Berikut artikel tentang bagaimana cara budidaya pembenihan ikan gurame yang sangat mudah untuk diterapkan oleh para pemula. Semoga artikel ini dapat di jadikan referensi untuk petani ikan gurame pemula maupun yang sudah lama melakukan nya. Untuk kurang lebihnya sanya mohon maaf dan terima kasih telah membacanya. Semoga bermanfaat.    

Kamis, 08 Juni 2017

Cara Usaha Budidaya Ikan Komet yang Sukses dan Mengutungkan Bagi Para Pemula

             Usaha Budidaya Ikan KometIkan komet adalah salah satu ikan hias yang sangat familiar di kalangan pecinta ikan hias indonesia. Ikan komet ini juga sudah mulai banyak untuk di budidayakan. Selain ikan komet sangat mudah untuk dibudidayakan ikan ini juga sangat sering di jadikan untuk ikan hiasan di kolam kecil di rumah. Sekarang para petani ikan hias juga sudah mulai melakukan usaha budidaya ikan komet. Berikut cara budidaya ikan komet :
budidaya ikan komet

CARA BUDIDAYA IKAN KOMET

Persiapan wadah / kolam Ikan komet

            Persiapan wadah budidaya ikan komet bisa dilakukan di wadah berupa aquarium atau kolam, yang terpenting adalah ukurannya, untuk ukuran minimalnya adalah 60 X 40 X 60 cm. Sebelum digunakan wadah perlu dibersihkan terlebih dahulu seperti dalam wadah aquarium dibersihkan menggunakan sabun, kemudian wadah setelah dibersihkan selanjutnya dikeringkan kira – kira 1-2 hari.
            Setelah dilakukan pengeringan pada wadah kemudian isi dengan air yang sudah di tritmen sekitar 1 hari, ini bertujuan agar air dapat terhindar dari zat – zat yang merugikan bagi proses pembenihan ikan komet. Setelah air terisi selanjutnya pada wadah berilah tanaman air seperti enceng gondok, ini berguna sebagai substrat untuk menempel nya terlur ikan komet.

Pemilihan induk ikan komet

            Pemilihan induk ikan komet sangatlah penting karena kualitas anakan ikan komet tergantung dengan kualitas indukan nya sehingga bila anda memilih induk yang bagus maka anakan ikan komet akan bagus pula. Pilihlah indukan yang benar – benar matang gonad biasanya ikan komet yag matang gonad berumur 8 bulan ke atas.

Perbedaan induk jantan dan betina

Induk jantan
Induk jantan yang matang gonad bila di urut bagian perut akan keluar cairan putih yaitu sperma.
Dibagian sirip dada akan terlihat bintik – bintik yang berbentuk bulat menonjol dan bila disentuh terasa kasar.

Induk betina
Bagian sirip dada juga terdapat bintik – bintik namun akan halus bila disentuh.
Induk betina yang matang gonad, bila diurut pada bagian perut di lubang urogenitalnya akan keluar cairan kuning seperti kuning telur.

Pemijahan ikan komet

            Proses pemijahan ikan komet ini dilakukan dengan menggabung kan induk jantan dengan betina dengan perbandingan 1 jantan dan 2 betina. Pemijahan ini biasanya dilakukan indukan jantan yang terus mengejar indukan betina dan sampai membuahinya. Setelah itu telur ikan akan menempel pada substrat seprti enceng gondok atau tanaman air lainnya, sehingga pada saat pemijahan harus ada tanaman air di wadah sebagai substrat telur ikan komet. Ikan komet dimasukkan kewadah pada sore hari dan akan melakukan proses pemijahan pada malam hari sehingga ke esokan harinya ikan komet sudah ada telur yang menempel pada tanaman air.

Penetasan telur

            Setelah telur sudah menempel pada substrat tanaman air induk jantan maupun betina harus diambil, agar tidak memakan telur yang sudah dikeluarkan. Telur ikan komet biasanya akan menetas kira – kira 2 – 3 hari. Setelah telur sudah menetas eceng gondok atau tanaman air sudah bisa diambil agar benih ikan komet dapat dihitung.

Perawatan dan pemberian pakan larva ikan komet


            Larva Ikan komet yang baru menetas biasanya dapat bertahan kira – kira 2 – 3 hari karena masing ada kantung telur yang ada di setiap larva ikan komet. Setelah kantung kuning telurnya hilang maka diberi makanan berupa kuning telur yang sudah direbus terlebih dahulu. Saat pemberian kuning telur di usahakan jangan terlalu banyak karena dapat mempengaruhi kualitas airnya. Setelah umur 15 hari larva bisa diberikan makanan alami,  setelah umur 30 hari baru larva bisa diberi makanan buatan berupa pelet.  


          Berikut adalah artikel tentang bagaimana cara usaha budidaya ikan komet untuk pemula. Semoga artikel ini dapat di jadikan referensi untuk petani ikan komet pemula maupun yang sudah lama melakukan nya. Untuk kurang lebihnya sanya mohon maaf dan terima kasih telah membacanya. Semoga bermanfaat

Rabu, 07 Juni 2017

Cara Budidaya Ikan Mas Koki yang Sangat Mudah untuk Dilakukan Pemula

            Budidaya Ikan Mas KokiIkan mas koki adalah ikan hias yang cukup mahal dan banyak penggemarnya sehingga cocok untuk usaha budidaya ikan mas koki. Ikan mas koki banyak penggemarnya di indonesia maupun di internasional sehingga banyak pecinta ikan mas koki yang masih mencarinya. Jadi jangan khawatir bila ikan mas koki tidak laku. Selain memiliki tubuh yang sangat lucu ikan mas koki juga memiliki sirip yang sangat indah. Berikut cara budidaya ikan mas koki yang mudah diterapkan.
budidaya ikan mas koki

Proses Pembenihan Ikan Mas Koki

Persiapan wadah / kolam ikan mas koki

            Persiapan wadah pembenihan ikan mas koki ini sangat lah penting karena sangat mempengaruhi kualitas air kolam dan sumber air kolam. Untuk kolam yang bagus untuk pemijahan sebaiknya kolam diletakkan jauh dari kendaraan bermotor, pemangsa / hama seprti ular, katak dan burung serta jauhkan dari tanaman yang lebat daunnya karena bila daun jatuh kekolam akan mempengaruhi kualitas air di kolam. Untuk bentuk / kontruksi kolam sebaik nya dibuat persegi panjang kira – kira berukuran panjang 1 – 2 m dan lebar 0.75 - 1,5 m dengan kedalaman 30 – 50 cm. Jangan lupa kolam dibuat agak miring ke satu sisi dan buatlah saluran pemasukan dan pengeluaran dibuat kecil dan pada saluran pembuangan dikasih jaring yang kecil agar telur tidak ikut keluar.
            Selanjutnya yang dipersiapkan dalam budidaya ikan mas koki adalah air. Pangisian air dilakukan secara bertahap namun sebelum dilakukan pengisian air kolam di pastikan bersih dari lumut ataupun yang lainnya dan dilakukan pengeringan selama 1 – 3 hari agar kolam tidak ada penyakit yang ada di dalam wadah. Setelah pengeringan air dimasukkan namun sebelum air dimasukakan ke kolam air terlebih dahulu diendapkan terlebih dahulu selama 15 – 24 jam. Setelah di endapkan air sudah bias dimasukkan kedalam kolam / wadah dan bisa dipakai serta tambahkan tanaman air yang memiliki akar yang panjang agar dapat tempat menempelnya telur.

Pemilihan Induk Ikan Mas Koki

induk ikan mas koki matang gonad

            Pemilihan induk sangat lah penting dan sangat berpengaruh terhadap kualitas benih ikan mas koki karena kualitas induk mempengaruhi kualitas anaknya. Untuk pemilihan induk yang pertama yang perlu dipastikan adalah seperti ikan harus matang gonad, sehat, bergerak aktif, sirip seimbang serta sirip tidak bengkok kebawah dan sisik tidak rontok. Perhatikan pula makanan calon idukan bila untuk di pijah kan beri makanan  seperti cacing, jentik nyamuk dan kroto agar hasilnya bagus.

Perbedaan Ikan Mas Koki Jantan dan Betina

Induk Jantan Ikan Mas Koki
            Pertama ada benjolan kecil di tutup insang, selanjunya bila di tekan pada bagian perut keluar cairan putih, dubur berbentuk oval dan bila sudah matang gonad ikan jantan biasanya berumur 7 bulan.
Induk Betina Ikan Mas Koki
            Ciri pertama induk betina adalah memiliki perut yang lebih besar, bila dipencet perutnya ada cairan kuning seperti telur ikan, dubur berbenuk bulat serta besar dan biasanya indukan betina akan matang gonad berumur 8 bulan.  

Proses Pemjahan Ikan Mas Koki

            Pemijahan ikan mas koki ini dilakukan di dalam kolam ataupun wadah. Sebelum ikan mas koki dipijah kan dalam kolm sebaiknya ikan mas koki di pisah kan terlebih dahulu antara jantan dan betina kira – kira umur 3-4 bulan, ini di maksudkan agar menimbulkan rasa kangen dan dapat merangsang tingkat nafsu ikan mas koki. Setelah dipisah kan kemudian ikan dipertemukan dalam satu kolam untuk melakukan pemijahan. Perlu diperhatikan juga dalam pemijahan yang paling ideal adalah jumlah janta 4 dan betina 1 jangan sampai terlalu banyak akan menimbulkan hal yang tidak baik pada ikan mas koki itu sendiri.
            Proseses ikan mas koki mengalami pemijahan adalah ikan mas koki jantan dan betina akan melakukan kejar kejaran dan kemudian ikan jantan akan menggesekkan badannya ke perut ikan betina, selanjutnya ikan jantan akan mengeluarkan seperma yang akan membuahi telur betina dan telur yang keluar akan menempel pada akar tanaman air yang sudah di sediakan. Setelah telur keluar pindah kan ikan iduk jantan ke kolam lain dan telur yang menempel pada tanaman air jangan sampai di pindah dari wadah serta usahakan telur jangan sampai terkena sinar matahari secara langsung dan terkena hujan.

Penetasan Telur dan Perawatan Anakan Ikan Mas Koki


            Penetasan telur biasanya terjadi bila telur yang dibuahi mencapai umur 3 hari, telur akan menetas. Setelah anakan mas koki menetas jangan diberi makan terlebih dahulu karena masih ada makanan bawaan. Setelah makanan bawaan hilang baru dikasih makanan seperti kutu air ataupun tubifex yang baik untuk pertumbuha ataupun makanan buatan yang mencerahkan warna. Pemberian makanan ini dilakukan selama kurang lebih 3 bulan. 


           Berikut adalah artikel tentang bagaimana cara budidaya ikan mas koki untuk pemula. Semoga artikel ini dapat di jadikan referensi untuk petani ikan mas koki pemula maupun yang sudah lama melakukan nya. Untuk kurang lebihnya sanya mohon maaf dan terima kasih telah membacanya. Semoga bermanfaat