Monday, January 23, 2017

ikan Kerapu Macan

Klasifikasi Dan Ciri-Ciri Marfologi Ikan Kerapu Macan
Menurut Kordi, (2001), klasifikasi ikan kerapu macan
      Filum               : Chordata
Class               : Pisces
Ordo                : Perciformes
Famili              : Serranidae
Genus             : Epinephelus
Species           : Epinephelus fuscoguttatus
Ikan kerapu bentuk tubuhnya agak rendah, moncong panjang memipih dan menajam, maxillarry lebar diluar mata, gigi pada bagian sisi dentary 3 atau 4 baris, terdapat bintik putih coklat pada kepala, badan dan sirip, bintik hitam pada bagian dorsal dan posterior. Habitat benih ikan kerapu macan adalah pantai yang banyak ditumbuhi algae jenis reticulate dan Gracilari sp, setelah dewasa hidup di perairan yang lebih dalam dengan dasar terdiri dari pasir berlumpur. Ikan kerapu termasuk jenis karnivora dan cara makannya “mencaplok” satu persatu makan yang diberikan sebelum makanan sampai ke dasar. Pakan yang paling disukai jenis krustacea (rebon, dogol dan krosok), selain itu jenis ikan-ikan (tembang, teri dan belanak) (Tarwiyah, 2001).
Ikan kerapu macan dalam perdagangan internasional, dikenal dengan carped cod. Ikan kerapu ini mirip dengan kerapu lumpur, namun ukuran tubuhnya lebiih tinggi dengan noda-noda pada tubuhnya yang lebih rapat dan berwarna gelap. Seluruh tubuh ikan kerapu macan berwarna cokelat kemerahan atau merah, termasuk sirip-siripnya (Murtidjo, 2002).

  Habitat Dan Tingkah Laku Ikan Kerapu
Ikan kerapu macan ikan karang yang habitatnya dan merupakan ikan yang suka bergerombol dan selalu aktif mencari pakan, jika pemberian pakan kurang terutama pada ukuran panjang di bawah 4 cm, ikan ini akan memakan temannya (kanibal) (Alit, 2010).
Menurut Dyahyar (2009), secara umum perairan laut Indonesia sebagian besar memiliki potensi terumbu karang yang memadai sebagai habitat ikan kerapu. Lokasi penyebarannya dapat di lihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Lokasi penyebaran terumbu karang sebagai habitat ikan kerapu di Indonesia

 Pakan Dan Kebiasaan Makan
Menurut Sugama et al, (2013), makanan hidup yang digunakan untuk pemeliharaan larva terdiri dari mikroalga (Nannochloropsis sp.), rotifer (Brachionus rotundiformis) berukuran superkecil (jenis SS, 60–100 m) dan kecil (jenis S, 120–180 m) serta Artemia/ Copepods/ Mysids. Pakan buatan diperkenalkan sebelum diberi pakan nauplii Artemia
Selain pakan alami, larva ikan kerapu juga sudah mulai diadaptasikan dengan pakan buatan yang berupa mikro pelet. Mikro pelet ini dapat diberikan bersamaan dengan pemberian pakan alami. Mikro pelet yang diberikan ukurannya disesuaikan dengan ukuran larva. Mikro pelet berukuran mulai dari 200 sampai dengan 2000 mikron. Mikro pelet diberikan mulai dari hari ke-15 sampai dengan hari ke-45. Mikro pelet diberikan dengan dosis 1-2 ppm. Dan jumlahnya ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan. Pada saat pemberian artemia dihentikan, mikropelet diberikan dengan metoda sampai ikan kenyang. Pada hari ke-45 benih ikan kerapu dapat dipanen (Sumantadinata, 2003)

Related Posts

ikan Kerapu Macan
4/ 5
Oleh